Pentingnya standarisasi manual logo dalam branding by foresight creative

"Share
foresight logo

Dewasa ini Branding, Logo design merupakan hal yang terkait erat dengan wilayah marketing dan penanaman image suatu perusahaan.
Dimulai dari pembuatan sebuah logo, perusahaan mulai bekerja menanamkan sebuah image, visi, misi, serta kekuatan produk perusahaan tersebut ke masyarrakat luas.
Tetapi apakah memiliki sebuah logo yang bagus, yang ter-register secara hak cipta sudah cukup bagi perusahaan?
Jawabannya tentu tidak, proses pembangunan identitas visual sebuah perusahaan tidak hanya terhenti pada saat itu, tetapi harus ada usaha-usaha dari perusahaan
untuk menjaga kesinambungan visual, kekuatan logo secara terus menerus, karena itulah dibutuhkan sebuah manual standarisasi dari logo tersebut.

Beberapa alasan dibutuhkannya manual logo :
1. Untuk menjaga agar tampilan visual logo tidak berubah dan terdistorsi, baik dari segi warna, bentuk maupun image nya
2. Untuk memastikan bahwa tiap departemen perusahaan dapat mempergunakan logo secara tepat sehingga logo tersebut memiliki nilai jual di mata masyarakat luas
3. Untuk memberikan kepercayaan diri dan rasa bangga kepada setiap unsur dalam perusahaan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat luas

Hal yang sering terjadi sebagai akibat tidak adanya standarisasi manual dari logo :
1. Logo mengalami perubahan baik warna, bentuk maupun komposisi, sehingga
mengakibatkan perbedaan persepsi dan image yang diterima oleh masyarakat luas.
2. Logo terkesan murah dan tidak mempunyai nilai yang kuat karena adanya perubahan
perubahan yang terjadi.
3. penyebaran pesan perusahaan yang tidak konsisten yang menyebabkan terhambat-
nya proses penanaman image perusahaan
4. Tidak adanya kebanggaan dalam diri setiap aspek perusahaan

Beberapa aspek terpenting dalam Manual Standarisasi Visual Logo :
1. Peraturan tentang bentuk dasar dan harmonisasi komposisi logo
2. Peraturan tentang penggunaan warna logo dan penggunaan warna background logo
3. Peraturan tentang penggunaan logotype
4. Peraturan tentang area bebas dari logo
5. Contoh-contoh penggunaan logo yang salah dan tidak disarankan